Dekade Baru
Halo, halo!
Tepat 10 tahun lalu, di umur yang ke-17, aku (ada pergulatan batin sebetulnya tentang bagaimana memanggil diri sendiri dalam tulisan. Saya? Aku? Gue? Gw? sudahlah, aku saja) menyudahi menulis blog tentang kehidupan di negeri Paman Sam. Setelah itu masih pengen nulis blog, tapi ternyata tahun-tahun setelahnya adalah masa-masa beranjak dewasa yang hari-harinya dipenuhi hal-hal yang mungkin nggak enak dipajang di internet. Katanya kalau nulis di internet tuh menulis pakai tinta, nggak bisa dihapus. Maklum lah masa puber, cuma nulis jurnal aja, nggak ada yang baca.
Sekarang, di umur 27 tahun, aku berharap cerita-cerita 10 tahun ke belakang bisa dipilah-pilah, diambil sarinya, dan mungkin jadi menarik untuk ditulis. Jadi, seperti namanya, blog ini akan berisi celotehan ke sana-ke mari, kilas balik, kilas maju, dan muter-muter sesuka saya saja.
Oke, selamat membaca (kalau ada yang baca).
Tepat 10 tahun lalu, di umur yang ke-17, aku (ada pergulatan batin sebetulnya tentang bagaimana memanggil diri sendiri dalam tulisan. Saya? Aku? Gue? Gw? sudahlah, aku saja) menyudahi menulis blog tentang kehidupan di negeri Paman Sam. Setelah itu masih pengen nulis blog, tapi ternyata tahun-tahun setelahnya adalah masa-masa beranjak dewasa yang hari-harinya dipenuhi hal-hal yang mungkin nggak enak dipajang di internet. Katanya kalau nulis di internet tuh menulis pakai tinta, nggak bisa dihapus. Maklum lah masa puber, cuma nulis jurnal aja, nggak ada yang baca.
Sekarang, di umur 27 tahun, aku berharap cerita-cerita 10 tahun ke belakang bisa dipilah-pilah, diambil sarinya, dan mungkin jadi menarik untuk ditulis. Jadi, seperti namanya, blog ini akan berisi celotehan ke sana-ke mari, kilas balik, kilas maju, dan muter-muter sesuka saya saja.
Oke, selamat membaca (kalau ada yang baca).

Comments
Post a Comment